Dunia Ini Sangat Indah

Setiap hari adalah hari yang baru, maka ayo kita berbuat sesuatu untuk hari yang baru.

Ayo Melangkah

Satu langkah adalah jembatan menuju kesuksesan .

Kokohnya Bangunan

Satu bangunan tidak bisa berdiri tanpa pembangunan secara bertahap, maka teruskanlah langkah-langkahmu.

Berubahnya Warna

Beranekanya warna kehidupan akan memperindah kehidupan itu sendiri.

Pemandangan Yang Indah

Finaly, mudah-mudahan langkah-langkah yang telah kita tempuh akan berakhir dengan indah.

Kamis, 08 Desember 2011


“Life Is Like Mathematics”

Hidup bagaikan “himpunan” yang merangkum semua kejadian yang telah terjadi, sedang terjadi, ataupun yang akan terjadi. Kadang anggota-anggota himpunan tersebut saling beririsan, bergabung, ataupun berkomplemen.

Tetapi hidup juga bagaikan “persamaan kuadrat” yang dipenuhi dengan variabel-variabel x dan y yang saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya, yang harus diselesaikan dengan cara “faktorisasi” yang memfaktorkan sebab akibat dari semua kejadian, ketika faktorisasi tersebut tidak berhasil maka harus dilakukan dengan “melengkapkan kuadrat” supaya hidup menjadi lebih “sempurna”. Dan ketika dua cara tadi tidak pula berhasil maka mau tidak mau kita harus menggunakan rumus “ABC” yang memuat “diskriminan” untuk mengidentifikasi penyebabnya apakah faktor yang mempengaruhi kehidupan tersebut mempunyai dua akar yang berlainan, dua akar yang sama, apakah “real”dan “rasional”atau malah akar penyebabnya “majiner”.

Tetapi kadang hidup tidak selamanya dipenuhi dengan “persamaan” yang memuat korelasi sebab akibat yang “kongruen”. Hiduppun dipenuhi dengan “pertidaksamaan” yang menyebabkan korelasi sebab akibat menjadi tidak “ekuivalen”.

“Persamaan” dan “pertidaksamaan” hidup pastinya akan membentuk “gradien” yang tervisualisasi dalam “diagram Cartesius” kehidupan baik berupa garis lurus ataupun grafik parabola tergantung dari fungsi kehidupan yang kita ambil.

Fungsi-fungsi kehidupan selalu berinteraksi membuat suatu relasi fungsi yang memetakan setiap elemen kehidupan ini tepat kepada satu elemen himpunan akibat dari setiap langkah yang kita ambil, malah terkadang fungsi-fungsi kehidupan tersebut saling bergabung membentuk “fungsi komposisi” yang saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya, sehingga diperlukan “fungsi invers” untuk berhenti sejenak dan merenungi dari apa yang telah terjadi.

Tidak hanya itu kehidupan dipenuhi dengan “sudut-sudut elevasi trigonometri”. Bagaikan sebuah segitiga yang masing-masing sudutnya selalu menghadap kepada satu sisi pengharapan yang dipengaruhi oleh dua sisi segitiga lainnya yang merupakan hasil dari jalan yang kita pilih untuk menggapai sisi harapan tersebut, baik itu sisi positif maupun sisi negatif yang batas antara keduanya sangat tipis sekali.

Lebih menariknya lagi kadang kita melakukan langkah “eksponen” untuk menggapai sebuah harapan dengan asumsi waktu yang diperlukan menjadi lebih singkat dan efektif. Tidak salah memang, selama kita paham dan mengetahui sifat-sifat “logaritma” kehidupan supaya langkah eksponen yang kita ambil tidak gagal.

Harapan dan asa yang akan kita gapai sebaiknya dikelompokkan dan dipilah dalam bentuk baris dan kolom “matriks” yang memuat berbagai bentuk “ordo”, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa ordo asa dan harapan dalam satu matriks dapat kita kombinasikan dalam “matriks identitas” ataupun dengan “determinan matriks” asa dan harapan lainnya yang akan kita gapai.

“Peluang” harapan dan asa terkadang membentuk “permutasi” yang mengharuskan kita untuk menyusun unsur-unsur asa dan harapan berdasarkan urutan atau kedudukan dengan memprioritaskan mana yang lebih utama dan pertama. Permutasi terkadang berdasarkan unsur-unsur asa dan harapan yang sama dan kadang pula membentuk “permutasi siklis”. Ketika permutasi tidak bisa lagi memprioritaskan asa dan harapan dalam kehidupan maka tidak salah jika kita mencoba untuk melakukan “kombinasi” dengan mengabaikan faktor urutan atau kedudukan dari asa dan harapan yang akan kita gapai, sehingga peluang terjadinya asa dan harapan tersebut bisa saling “berkomplemen”, saling lepas atau bahkan saling bebas.

Zizy FP 07 Desember 2011
22.15 WIB